web stats

Sabtu, 07 Desember 2013

"GO GREEN"


Sejak isu pemanasan global yang lebih dikenal dengan global warning ramai dibicarakan orang, baik ditingkat internasional maupun lokal, secara drastis kesadaran lingkungan menjadi point penting dalam kehidupan manusia. Tiba-tiba saja gerakan Go Green menjadi begitu popular dan bergerak secara serempak di hampir seluruh penjuru dunia.

Berbagai penjuru pun mulai resah terhadap isu ini ,namun apakah dengan resah kita mampu mengembalikan waktu seperti dulu lagi ? Tentu tidak ,oleh sebab itulah muncul apa itu yang namanya “GO GREEN” .
Sebelum ke solusi kita pertama-tama definisikan dulu masalah ini . Global warming . Global warming atau dalam bahasa Indonesia disebut dengan nama pemanasan global merupakan proses naiknya suhu rata-rata atmosfer, laut serta daratan bumi. Meningkatnya suhu tersebut menyebabkan bumi yang kita diami ini terasa lebih panas dan saat siang hari kita merasakan pana yang berlebihan. Kenaikan suhu bumi ini dimungkinkan diakibatkan oleh meningkatnya konsentrasi gas rumah kaca akibat dari ulah dan aktivitas manusia itu sendiri. Dengan adanya global warming banyak sekali kerusakan yang dapat ditimbulkan, bukan hanya satu namun bisa mencapai seluruh struktur yang berada di bumi itu sendiri. Ini masalah bagi kita semua ,dan cara menanggulangi ini tidak semudah membalikan telapak tangan .

Salah satu solusinya ya “GO GREEN” ini ,yang artinya Gerakan Penghijauan . Ini akan mengantisipasi masalah tersebut . Namun ada juga beberapa hal yang mungkin konyol yang perlu kita perhatikan yaitu  Batasi Penggunanaan kertas ,belilah produk lokal dan naiklah kendaraan umum .

Batasi Penggunanaan kertas . Tanamkan di pikiran anda kuat-kuat, bahwa setiap anda menggunakan selembar kertas maka anda telah menebang sebatang pohon. Oleh karena itu gunakan kertas se-efektif mungkin misalnya dengan mencetak print out bolak-balik pada setiap kertas. Bila anda nge-print sesuatu yang tidak terlalu penting, gunakanlah kertas bekas yang dibaliknya masih kosong.

Belilah produk lokal . Produk lokal tentu tidak memerlukan jalur distribusi yang panjang dan membutuhkan banyak bahan bakar. Ini berarti mengurangi emisi CO2 yang dikeluarkan mobil-mobil pengangkutnya. Kemudian belilah produk sayuran atau buah-buahan sesuai musimnya. Ini akan menghemat biaya transportasi dan menghindari harga jual yang mahal.

Naiklah kendaraan umum . Saat ini jumlah kendaraan pribadi sudah teramat banyak dan bikin sumpek. Sector transportasi menyumbang sampai 14 %  emisi gas rumah kaca ke atmosfer, jika kita menggunakan kendaran umum maka kita mengurangi emisi gas rumah kaca, karena dalam satu kendaraan umum bisa mengangkut puluhan orang, dan itu sangat hemat energi. Dibandingkan dengan kendaraan pribadi sperti sedan yang hanya mengangkut maksimal empat orang.


Dan aksi saya untuk kegiatan ini adalah mengawalinya dengan memperhatikan 3 hal tadi dan menghindarinya .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar