Sejak isu pemanasan global yang lebih dikenal dengan global
warning ramai dibicarakan orang, baik ditingkat internasional maupun lokal,
secara drastis kesadaran lingkungan menjadi point penting dalam kehidupan
manusia. Tiba-tiba saja gerakan Go Green menjadi begitu popular dan bergerak
secara serempak di hampir seluruh penjuru dunia.
Berbagai penjuru pun mulai resah terhadap isu ini ,namun
apakah dengan resah kita mampu mengembalikan waktu seperti dulu lagi ? Tentu
tidak ,oleh sebab itulah muncul apa itu yang namanya “GO GREEN” .
Sebelum ke solusi kita pertama-tama definisikan dulu masalah
ini . Global warming . Global warming atau dalam bahasa Indonesia disebut
dengan nama pemanasan global merupakan proses naiknya suhu rata-rata atmosfer,
laut serta daratan bumi. Meningkatnya suhu tersebut menyebabkan bumi yang kita
diami ini terasa lebih panas dan saat siang hari kita merasakan pana yang
berlebihan. Kenaikan suhu bumi ini dimungkinkan diakibatkan oleh meningkatnya
konsentrasi gas rumah kaca akibat dari ulah dan aktivitas manusia itu sendiri.
Dengan adanya global warming banyak sekali kerusakan yang dapat ditimbulkan,
bukan hanya satu namun bisa mencapai seluruh struktur yang berada di bumi itu sendiri.
Ini masalah bagi kita semua ,dan cara menanggulangi ini tidak semudah
membalikan telapak tangan .
Salah satu solusinya ya “GO GREEN” ini ,yang artinya Gerakan
Penghijauan . Ini akan mengantisipasi masalah tersebut . Namun ada juga beberapa
hal yang mungkin konyol yang perlu kita perhatikan yaitu Batasi Penggunanaan kertas ,belilah produk lokal
dan naiklah kendaraan umum .
Batasi Penggunanaan kertas . Tanamkan di pikiran anda
kuat-kuat, bahwa setiap anda menggunakan selembar kertas maka anda telah
menebang sebatang pohon. Oleh karena itu gunakan kertas se-efektif mungkin
misalnya dengan mencetak print out bolak-balik pada setiap kertas. Bila anda
nge-print sesuatu yang tidak terlalu penting, gunakanlah kertas bekas yang
dibaliknya masih kosong.
Belilah produk lokal . Produk lokal tentu tidak memerlukan
jalur distribusi yang panjang dan membutuhkan banyak bahan bakar. Ini berarti
mengurangi emisi CO2 yang dikeluarkan mobil-mobil pengangkutnya. Kemudian
belilah produk sayuran atau buah-buahan sesuai musimnya. Ini akan menghemat
biaya transportasi dan menghindari harga jual yang mahal.
Naiklah kendaraan umum . Saat ini jumlah kendaraan pribadi
sudah teramat banyak dan bikin sumpek. Sector transportasi menyumbang sampai 14
% emisi gas rumah kaca ke atmosfer, jika
kita menggunakan kendaran umum maka kita mengurangi emisi gas rumah kaca,
karena dalam satu kendaraan umum bisa mengangkut puluhan orang, dan itu sangat
hemat energi. Dibandingkan dengan kendaraan pribadi sperti sedan yang hanya
mengangkut maksimal empat orang.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar