TEMPO.CO, Jakarta - Gunung Kelud meletus sehari sebelum
perayaan hari kasih sayang atau Valentine Day, Jumat 14 Februari 2014. Sebagian
pengguna Twitter meminta orang-orang untuk melupakan hari kasih sayang itu.
Ady
Prasetya di akun @dy_satya miliknya menulis, "Daripada sibuk ngurusin hari
valentine, lebih baik kita berdoa bersama keselamatan saudara-saudara kita di
Gunung Kelud #PrayForKelud," kicau Ady.
Hal senada juga diungkapkan Farha Annisa. Dalam akunnya dia menyatakan, "Gunung Kelud meletus di Valentine Day, tapi kami tidak merayakan Valentine Day. Jadi lupakan saja," cuit Farha.
Susi Adylasari, pemilik akun @Susiadyla juga tidak mau ketinggalan menyuarakan pendapatnya. "Daripada sibuk ngucapin Valentine mending pada bedoa buat saudara-saudara kita di sekitar Gunung Kelud," tulisnya.
Sebelumnya, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho menyatakan status Gunung Kelud menjadi Awas atau Siaga IV. Status itu dikeluarkan pukul 21.15, Kamis 13 Februari 2014. Namun selang beberapa jam Gunung Kelud mengeluarkan material vulkanis.
Berdasarkan Data pusat informasi di Pos Pemantauan Gunung Kelud di Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri menyebutkan letusan yang terjadi pada tahun 1586 telah menewaskan sedikitnya 10.000 jiwa. Jumlah tersebut adalah yang terbesar dalam sejarah letusan Gunung Kelud.
Hal senada juga diungkapkan Farha Annisa. Dalam akunnya dia menyatakan, "Gunung Kelud meletus di Valentine Day, tapi kami tidak merayakan Valentine Day. Jadi lupakan saja," cuit Farha.
Susi Adylasari, pemilik akun @Susiadyla juga tidak mau ketinggalan menyuarakan pendapatnya. "Daripada sibuk ngucapin Valentine mending pada bedoa buat saudara-saudara kita di sekitar Gunung Kelud," tulisnya.
Sebelumnya, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho menyatakan status Gunung Kelud menjadi Awas atau Siaga IV. Status itu dikeluarkan pukul 21.15, Kamis 13 Februari 2014. Namun selang beberapa jam Gunung Kelud mengeluarkan material vulkanis.
Berdasarkan Data pusat informasi di Pos Pemantauan Gunung Kelud di Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri menyebutkan letusan yang terjadi pada tahun 1586 telah menewaskan sedikitnya 10.000 jiwa. Jumlah tersebut adalah yang terbesar dalam sejarah letusan Gunung Kelud.
Pendapat Saya :
Saya
sungguh salud pada para pengguna jejaring social yang mau mengajak kita semua
untuk meninggalkan suasan Valentine dan menyisihan waktu untuk mendoakan para
korban Kelud . Mereka mungkin tidak terkena dampak Gunung Kelud ,namun mereka
mau meninggalkan suasana Valentine didaerah mereka masing-masing dan saya sangat
mengapresiasi jiwa toleransi mereka .
Daerah
saya memang terkena dampak Kelud ,pada waktu itu saya mengeluh “inilah-itulah”
namun saya kembali bahwa korban-korban Kelud disana jauh lebih menderita
,mereka harus meninggalkan rumah mereka dan tidur dipengungsian .
![]() |
Itulah
sedikit cerita tentang Kelud ,semoga ini menjadikan kita semua renungan untuk
lebih dekat kepa Tuhan Yang Maha Esa.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar